Setelah Gordon mengajak kita untuk mendasarkan segala kesibukan kita pada agenda Tuhan, dia mengajak kita untuk lebih mengenal Tuhan dan mengetahui apa kehendak Tuhan bagi kita. Gordon berbeda sekali dengan Loren Cunningham, pengarang dari buku satu lagi yang kita baca juga. Untuk mengetahui kehendak Tuhan, Gordon membawa perhatian kita kepada Firman Tuhan sepenuhnya. Dia tidak melalaikan doa untuk meminta bimbingan Roh Kudus dalam memberi kita pengertian akan apa yang kita baca, tapi dia mengajak kita untuk banyak belajar disamping berdoa.
Gordon mengatakan bahwa ada dua macam orang Kristen dalam pelayanan dan pertumbuhannya. Bagaikan dua orang pelari marathon, yang pertama dia lari begitu kencang, kemudian kehabisan tenaga sebelum sampai garis selesai. Pelari yang kedua lari agak pelan, tapi berlari terus sampai ke tempat tujuan, dan mengalahkan pelari yang pertama. Demikian pula orang Kristen, ada yang mengandalkan pengetahuan Kristen dari katekesasi dan sekolah minggu saja, dia terus melayani, dan berharap untuk bertumbuh dalam Kristus. Tetapi setengah jalan, orang Kristen ini akan menjadi frustasi dalam kesibukannya sendiri yang telah menjadi rutinitas. Di lain pihak, ada orang Kristen yang membagi banyak waktu untuk belajar disamping melayani, sehingga dia terus melayani, walaupun pada mulanya tidak sebanyak orang Kristen yang pertama.
Disini Gordon menegur banyak pendeta yang sudah tidak pernah lagi mencari bahan baru, dan mengulang khotbah mereka hanya dengan judul, kiasan, paket yang berbeda. Demikian pula Gordon menegur kita sebagai jemaat yang pengetahuannya tidak lebih dari apa yang kita pelajari sewaktu kita kecil di sekolah minggu dan katekesasi. Setelah kita dibaptis, seakan-akan kita sudah mengetahui semua akan Alkitab, dimana kita menganggap khotbah hari Minggu dan Bible Study sebagai cerita lama dari katekesasi yang diulang kembali. Kita sekolah dari SD sampai mendapat gelar BA 16 tahun lamanya, kita bisa mendapat PhD setelah 22 tahun belajar dari SD. Sudah berapa lama kita menjadi orang Kristen dan 'mempelajari' Firmannya, bagaimana dengan pengetahuan kita akan Firman Tuhan ?
Gordon mementingkan pengetahuan Alkitab, dan teologia yang solid, karena untuk mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita, kita harus mencarinya melalui Firman Nya. Pengetahuan kita akan Firman Tuhan akan menentukan berapa tepatnya kita dalam mengerti kehendak Nya, dan juga pimpinan Dia dalam hidup kita. Memang pengetahuan hanyalah ratio, bukan iman, tapi tanpa ini, kita tidak akan tahu apa yang harus kita lakukan dengan iman dan kasih kita. Gordon mengingatkan kita bahwa tokoh-tokoh penting seperti Paulus, Yohanes Pembaptis, bahkan Yesus sendiri, bertahun-tahun bertumbuh dalam pengetahuan sebagai persiapan mereka sebelum melayani. Terlebih lagi, mereka senantiasa mengadakan waktu untuk belajar dan berdoa di tengah-tengah kesibukan pelayanan mereka.
Pengetahuan yang harus kita pelajari bukan saja dalam bidang pekerjaan kita, bukan saja dalam teologia, tetapi dalam segala bidang, baik itu musik, sastra, kesenian, fisika, biologi, sosiologi, dsb. Ini mungkin kedengaran seakan Gordon meminta kita untuk menjadi seorang professor, tapi Gordon mengingatkan kita bahwa pengertian dan pandangan hidup setiap orang akan mempengaruhi bagaimana orang itu menghadapi masalah-masalah di dunia ini. Gordon telah disini telah menyinggung satu konsep filsafat Jerman yang berakar dari Amerika di awal abad 20. Dasar pengertian dan pandangan hidup yang setiap orang miliki ini disebut "Weltanschauung" (Welt = dunia, Anschauung = pandangan) oleh para ahli Linguistics. Sebagai seorang Kristen, kita harus memiliki pengertian akan tempat, misi dan visi kita di dunia ini. Terlebih lagi kita harus mengetahui dimana kita harus meletakkan ilmu pengetahuan dan pendapat sekuler, di dalam hidup kita. Kita harus mempelajari banyak Firman Tuhan agar kita dapat berakar kuat, tetapi kita juga harus mempelajari hal-hal yang lain agar kita dapat mengambil keputusan yang benar, dan tidak gampang tergoyah ajaran dan pendapat duniawi. Dengan demikian, kita akan dapat mengambil keputusan dan memberi pendapat yang tepat sebagai orang Kristen yang benar, dalam berbagai macam hal seperti politik, pop culture, euthanasia, death penalty, abortion, evolution, globalization, dsb.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment