Buku terakhir dari list summer book review kita adalah "Ordering Your Private World" yang ditulis oleh Gordon MacDonald, seorang pendeta besar di Massachusetts. Dia mengutamakan bahwa yang terpenting dalam hidup kita itu adalah keteraturan hidup pribadi, yang akan membawa rasa damai dalam hidup kita sehari-hari.
Di tengah-tengah kesibukan kita sehari-hari, baik dalam pekerjaan, sekolah ataupun kesibukan pelayanan pada akhir minggu, Gordon mengajak kita untuk mengevaluasi lagi apa motivasi kita dalam segala kesibukan itu. Jika kita mempunyai banayak pekerjaan, banyak tugas, itu berarti kita akan mendapat banyak hasil. Oleh karena itu, kesibukan biasanya akan membawa banyak sukses, baik itu dalam pekerjaan, sekolah ataupun pelayanan. Tetapi jika kita hanyalah sibuk untuk berhasil, berarti kita telah mementingkan keberhasilan itu sendiri, kebanggaan diri sendiri. Meskipun kesibukan itu adalah kesibukan gereja, jika motivasi kita hanyalah kesuksesan misi pelayanan kita, maka kita telah salah langkah.
Mungkin banyak dari kita yang berpikir bahwa sibuk dalam pelayanan tidak akan mungkin salah. Gordon mengingatkan bahwa pelayanan yang sibuk yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, itu tidak benar. Kesibukan apapun juga harus bermotivasi untuk memenuhi kehendak Tuhan, bukan untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan kita sendiri. Banyak waktu yang terkuras setiap hari untuk menangani kesibukan, tetapi kita sering lalai memperhatikan dan mempertanyakan apa motivasi dibalik semua itu.
Dengan mengingatkan kita akan hal ini, Gordon dengan secara tidak langsung telah menyinggung salah satu aspek doktrin iman & keselamatan yang kita sering lalaikan. Iman adalah "dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat" (Ibrani 11:1). Telah dikatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, tapi apakah yang kita harapkan ? Untuk apa kita hidup di dunia ini setiap hari ? Apakah yang kita harapkan ? Tentu saja yang kita harapkan adalah sesuatu yang "belum kita lihat" dan belum kita alami, yaitu kebangkitan daging dan kehidupan yang kekal. Jika iman adalah dasar dari apa yang kita paling harapkan, maka iman adalah pusat hidup kita. Paul Tillich mengatakan "Faith is the ultimate concern". Iman adalah 'the ultimate concern', karena apapun yang kita lakukan dalam iman itu berkaitan dengan apa yang paling kita harapkan. Jika kita setiap hari berpikir untuk menjadi seseorang yang berhasil, maka kita telah mengimani keberhasilan itu sendiri. Jika kita setiap hari berusaha untuk menjadi terkenal, maka kemashyuran itulah tujuan iman, dan tuhan kita.
Jadi, iman yang menyelamatkan bukanlah sekedar "percaya", sekedar "iya dan amin". Perkataan dengan mulut "Puji Tuhan, aku percaya Yesus" tidak akan menyelamatkan kita, karena perkataan mulut bukanlah iman. Mengetahui dan percaya bahwa Yesus telah menyelamatkan kita, itu bukanlah iman. Itu adalah pengetahuan belaka, karena iblis pun tahu dan percaya bahwa Yesus memang telah mati untuk menebus dosa kita. Pelayanan, sebagai aktivitas rutin bukanlah pelayanan sejati jika pusat hidup kita bukan lagi Tuhan. Iman tanpa perbuatan tidak berarti, tetapi perbuatan tanpa iman juga tidak menyelamatkan. Hanya iman yang mengutamakan Yesus lah yang akan menghasilkan buah-buah pelayanan sejati, dan hanya iman itulah yang akan menyelamatkan kita.
Jika iman kita, pusat hidup kita, adalah kekekalan bersama Tuhan, maka segala usaha yang kita lakukan di dunia ini adalah untuk kembali bersama dengan Yesus, untuk memuliakan dan mengutamakan Dia. Segala motivasi, dan pembagian waktu di dalam hidup kita, kita serahkan kepada Tuhan. Tapi bagaimana kita bisa mengetahui apa yang Tuhan inginkan di dalam hidup kita ? Sebelum kita membagi waktu buat hal-hal yang lain, kita harus memberi waktu khusus untuk berdoa dan meminta bimbingan Tuhan setiap hari. Keputusan kita untuk memberi waktu bagi Tuhan, akan menentukan bagaimana kita membagi waktu kita yang tersisa.
Gordon memulai bukunya dengan dua bab diatas (Motivation & Use of Time), karena memusatkan hidup, pikiran, hati dan tenaga kita kepada Tuhan dengan sepenuhnya adalah sumber dari segala sesuatu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment