Saya yakin bahwa setiap dari kita yang telah membaca buku ini menanggapinya dengan perasaan gembira, namun juga kecewa, karena memang pandangan gereja kita banyak yang sangat berbeda dengan pandangan si pengarang. Saya akan mulai dengan hal-hal yang kurang saya setujui:
1. Di dalam beberapa bagian di buku ini, seperti sewaktu mereka berdoa menyesal kepada Allah saat mereka membanggakan kapal mereka lebih dari Tuhan, Loren berkata bahwa Yesus hadir ke tengah-tengah mereka dan mengampuni mereka. Alkitab menyatakan bahwa Yesus telah lahir, mati, bangkit, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Roh Kudus lah yang diutus oleh Allah Bapa dan Anak untuk meneruskan karya keselamatan Yesus. Oleh karena itu, menurut Alkitab dan teologia Tritunggal, Yesus pada jaman sekarang ini tidak akan perlu turun ke dunia karena sudah ada Roh Kudus di dalam hati kita.
2. Suara Allah secara langsung dan pribadi amat sangat dipentingkan dalam buku ini. Ilham utama mereka adalah suara Allah, bukanlah Firman-Nya. Memang di Perjanjian Lama, dan pada awal mula gereja banyak nabi dan rasul yang mendengar suara Allah, tetapi setelah Alkitab tertulis dengan lengkap, maka Alkitab itulah Suara Allah, Firman Allah. Sekali lagi, pengertian Tritunggal dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk melihat hal ini. Tugas kita sewaktu berdoa adalah untuk memasuki hubungan ketiga Pribadi Allah, dan menyatukan keingingan Allah Bapa yang telah dinyatakan oleh Allah Anak, Firman-Nya, dan disaksikan oleh Roh Kudus, dengan keinginan kita di dalam hidup kita masing-masing.
Dengan demikian, kita dapat mengerti bahwa Bapa atau Yesus tidak usah 'langsung berbicara' kepada kita, karena ada Roh Kudus yang telah diberikan kepada kita, yang akan membimbing kita. Roh Kudus akan membimbing kita untuk mengerti rencana Bapa melalui Alkitab, perkataan saudara seiman, suara hati nurani, dsb. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mempunyai teman saudara seiman yang sejati bukan saja di dalam gereja, tapi juga di luar gereja, yang benar-benar mengetahui situasi kita dalam keluarga dan sekolah, karena 5-6 hari seminggu kita berada ditengah-tengah masyarakat. Bimbingan saudara seiman kita dari luar gereja seringkali bisa lebih membantu hidup kita dalam usaha kita mencari kehendak Tuhan.
3. Mencari kehendak Allah berdasarkan pendegaran suara Allah saja, sangatlah berbahaya, karena di dalam diri kita ada 3 sumber suara, yang memasuki pikiran kita, yang terdengar hanya sebagai 1 suara hati saja. Sumber suara pertama adalah diri kita sendiri, ini adalah "ego" kita yang bersuara sewaktu kita membaca, berpikir, dsb. Sumber suara kedua adalah Allah, yang mengatakan sesuatu melalui suara hati pikiran kita. Tentu saja sumber ketiga adalah iblis. Ketiganya menggunakan suara hati nurani kita untuk berbicara, dan kita sulit untuk membedakan ketiganya itu jika tidak kita uji dengan Firman Tuhan, sebagai kriteria mutlak, yang objective dan external. Oleh karena itu, renungan pagi adalah suatu faktor yang sangat penting dimana kita dilatih untuk mendengar suara Gembala kita melalui refleksi kita akan Alkitab dan kehidupan kita sehari-hari.
Walaupun dalam hal doktrin banyak yang tidak disetujui, ada banyak hal baik yang bisa kita lihat dalam buku Loren ini:
1. Semangat pelayanan Loren sangat sulit ditandingi. Dia memang bertekad untuk melayani apapun juga yang terjadi. Dia tidak pernah berhenti berpikir mengenai pelayanan dan misi penginjilan. Tekad ini memungkinkan dia untuk berhasil dalam banyak hal pelayanannya. Banyak dari kita telah kehilangan semangat itu yang kita dulu rasakan sewaktu lahir baru. Loren dengan banyak doa, telah berhasil memelihara api semangat pelayanan itu.
2. Sebagai pempimpin yang besar, mengepalai begitu banyak orang, dia tidak pernah ragu untuk mengakui kesalahan-kesalahannya di depan umum kepada semua orang. Dia memegang prinsip yang kuat dimana dia percaya bahwa tanpa pengakuan dosa dan pertobatan akan setiap dosa yang telah dia lakukan, baik sadar maupun dengan tidak sengaja, dia tidak akan mendapat bimbingan Tuhan yang benar. Ini hal yang sangat mengagumkan, karena jarang kita lihat seorang pendeta, majelis, atau aktivis gereja yang mengakui dosanya sewaktu bersalah kepada orang lain. Seringkali sapaan saja sudah dianggap seperti minta maaf.
3. Loren siap meninggalkan dan mengorbankan apapun juga untuk mengikuti jalan yang dia imani sebagai jalan Tuhan. Dia pindah kesana kemari, 18 kali dalam setahun, membawa keluarganya, dan setia dalam pelayanan baik di dalam gereja maupun di luar gereja. Dia tidak hanya mengorbankan hal-hal duniawi, tetap sewaktu dia menyadari bahwa program misi dia telah berfokus duniawi untuk mencari dana, nama, dsb, dia berani meninggalkan projek itu untuk memulai sesuatu yang baru, yang dimulai dengan niat yang benar, yaitu memuliakan Tuhan. Dia meletakkan kegiatan gereja dan kehidupan sehari-hari, di dalam konteks memuliakan Tuhan, dan kapanpun Tuhan terlupakan dalam pelayanan mereka, mereka meninggalkannya, minta ampun, dan minta Tuhan untuk membenarkan misi dan visi mereka.
Sekalipun hal ini bersangkutan dengan gereja, tetapi hal ini dapat kita teladani dalam hidup kita masing-masing, dimana apapun yang kita lakukan, maupun pelayanan, haruslah dilaksanakan untuk memuliakan Tuhan saja, bukan untuk bersenang-senang, mencari jodoh, ataupun mengisi waktu luang saja. Ini adalah salah satu hal yang paling sulit untuk kita sadari, karena pelayanan kita memang berada di dunia, bercampur baur dengan keadaan duniawi.
Buku ini telah mengajar kita hal-hal yang baik, dan juga mengajar kita untuk membaca dengan lebih kritis. Tidak setiap buku Kristen akan sesuai dengan ajaran Firman Tuhan yang benar. Keberhasilan seorang 'Kristen' tidak boleh menjadi standard akan kebenaran ajaran mereka, karena banyak pemimpin agama lain yang juga sukses dalam agama mereka. Tetapi ini juga bukan berarti kita tidak dapat belajar dari orang lain. Dengan hati yang takut akan Tuhan kita harus minta hikmat Roh Kudus untuk meneliti dan menguji segala sesuatu yang kita baca. Saya harap, komentar-komentar saya dapat menghimbau yang lain untuk mengutarakan pandangan mereka akan buku ini juga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment