Monday, June 2, 2008

Ayah & Ibu

Di pagi hari sebelum matahari terbit, ku bangun tidur diantara ayah dan ibuku yang masih tertidur, di dalam pelukannya ku merasa sangat hangat, aman dan nyaman, penuh dengan kasih sayang. Aku suka memandang mereka lama sekali sambil berpikir hanya merekalah yang kuperlukan dalam hidup ini, karena didalam naungan mereka, ku tak pernah takut. Perasaan nyaman ini hanya menguat saat kutemukan senyuman di muka mereka yang baru saja terbangun, memandangku. Dengan senyuman itu, kembalilah aku tertidur dengan nyenyak, karena aku tahu bahwa mereka amat sangat menyayangiku.

Mungkin sewaktu kita bertumbuh, mereka mendidik, menasehati bahkan menghukum kita dengan keras. Tapi masih teringatkah masa-masa cilik yang begitu hangat itu? Dibalik segala kesibukan apapun juga, kasih sayang mereka tetap tidak berubah. Seberapa banyakpun hadiah yang kita berikan kepada mereka beberapa minggu yang lalu pada hari Ibu, dan hari Ayah minggu ini, dapatkah kita memberi mereka perasaan aman kasih sayang sepert yang kita semua telah terima dari mereka? Hutang budiku sebagai seorang anak takkan pernah lunas. Tetapi dimata mereka, tiada hutang apapun juga.

Kasih orang tua bukan dinyatakan hanya sewaktu mereka mengampuni kesalahan kita, bukan hanya sewaktu mereka memberi kita hadiah, tetapi kasih mereka telah ada bahkan sebelum kita lahir, di kandungan ibu, dan terus sampai sekarang. Demikianlah juga kasih Allah dinyatakan sejak penciptaan, bukan hanya diatas kayu salib. Jikalaupun kita tidak jatuh dalam dosa, kita tetap mendapat anugrah dariNya dalam naunganNya. Di dalam hidup kita, Tuhan telah menyediakan kita orang tua untuk menyalurkan kasihNya, dan perlindunganNya kepada kita. KasihNya tanpa syarat dan tak terbatas.

Sebagaimana dalam kasih, Allah menciptakan dunia beserta segala isinya, dalam kasih juga orang tua kita membawa kita ke dalam dunia ini. Dimana Bapa menghukum, dan Roh Kudus menghibur, demikian pulalah ayah kita dengan begitu keras mendidik kita, dan dengan penuh pengertian ibu membimbing kita, berjalan dalam hidup ini. Melalui orang tua, kita dapat mengenal Allah lebih dalam. Melalui penyataan Allah didalam Firman Nya, kita dapat lebih menyayangi dan menghargai mereka. Kita tidak bisa membayar kembali jasa mereka, sebagaimana manusia juga demikian di hadapan Allah. Kasih tidak bisa dibayar dengan apapun, kecuali dengan kasih juga.

Kiranya setiap pagi kita teringat akan pelukan kasih orang tua kita yang hangat, dimana melaluinya kasih Tuhan sedang melukis karya cerita kehidupan kita. Bangunlah dalam kehangatan kasih sayang, renungkanlah FirmanNya, sebutlah nama mereka dalam panjatan doa, dan jalanlah dalam kebenaran senantiasa. Walau ini tak kan dapat membalas segalanya, setidaknya, dengan demikian kita tak kan mengecewakan mereka.

No comments: