Apa itu kerajaan maut ? Apakah yang terjadi di kerajaan maut ? Apakah ada dasar ayat Alkitab dibalik Pengakuan Iman Rasuli itu ? Ternyata, memang banyak ayat yang menyinggung hal ini: Kis 2:24,27, Rom 10:6-7, Efesus 4:8-9, 1 Pet 3:18-20, I Pet 4:6, II Pet 3:9. Namun tidak ada yang menceritakan dengan jelas apa yang terjadi pada waktu itu.Bapak-bapak Gereja pada abad mula-mula, seperti Iraeneus, memegang doktrin keselamatan melalui penebusan. Berarti, kita orang berdosa telah dimiliki iblis, untuk melepaskan belenggu dosa ini, kita harus ditebus, dan Kristus adalah tebusan itu (Markus 10:45). Berarti Yesus turun kedalam kerajaan maut untuk memenangkan jiwa kita, dan Yesus dipanggil Christus Victor. Lukisan dibawah ini menggambarkan Yesus membawa bendera kemenangan, berdiri diatas iblis yang tertindas beserta pintu gerbang neraka yang roboh.

Seribu tahun kemudian, Anselmus dari Canterbury, dalam bukunya "Cur Deus Homo" (Mengapa Allah-Manusia), tidak setuju dengan pengertian keselamatan Iraeneus, dan mengatakan bahwa Setan tidak mungkin mempunyai kuasa yang begitu besar atas manusia sehingga Yesus harus dijadikan korban yang harus diberikan kepada iblis. Menurut Anselmus, Yesus mati untuk membenarkan status manusia dihadapan Allah Bapa, bukan iblis. Penebusan manusia itu adalah untuk melaksanakan hukum dan memenuhi keadilan Allah, bukan untuk menebus manusia dari Setan.
Pandangan yang kedua ini maka menginterpretasikan turunnya Yesus ke dalam kerajaan maut sebagai ketaatan Yesus dalam melaksanakan hukuman Allah. Yesus bukanlah Christus Victor yang memberitakan kabar baik dan membebaskan budak-budak dosa dari neraka, tapi Yesus mengalami penderitaan yang lebih dahsyat dari kematiannya pada hari Jumat Agung! Dimana kejatuhan dosa membawa kematian fisik dan rohani, untuk menebus dosa dan membenarkan status manusia, Yesus harus mati secara fisik diatas kayu salib pada Jumat Agung, dan mati rohani di dalam neraka pada hari Sabtu Sunyi. Seruan Yesus "AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" bukan hanya menunjukkan kesendirian Yesus di kayu salib, tapi juga di dalam kuburan pada hari Sabtu yang sunyi itu. Lukisan di bawah ini menggambarkan kesengsaraan Yesus yang tak bersuara pada hari Sabtu, sendirian, yang sering kita lupakan.

Pada umumnya, penganut Kristen Orthodox memegang ajaran Bapak-bapak Gereja Yunani seperti Iraeneus, akan doktrin Christus Victor. Di pihak yang lain, kebanyakan orang Katolik dan Protestant mengikuti ajaran Anselmus, yang menyatakan bahwa Yesus mati 'kedua kalinya' untuk menebus dosa kita di kerajaan maut. Tetapi, banyak tokoh-tokoh Protestant terkenal yang memegang doktrin Christus Victor, seperti Martin Luther, bertentangan dengan teman seperjuangannya sendiri, John Calvin. Di Katolik, Jesuit ternama, Karl Rahner pun memegang doktrin Christus Victor, bertentangan dengan temannya seorang Jesuit yang terkenal juga, Hans Urs Von Balthasar.
Apakah yang sebenarnya terjadi pada hari Sabtu itu sewaktu tubuh Yesus terbaring di dalam kuburan batu itu? Apakah Dia turun ke neraka untuk mendobrak pintu gerbang neraka dan membebaskan budak-budak dosa Setan? atau Dia turun ke neraka untuk mati yang kedua kalinya, menjalani hukuman kematian rohani dalam kesepian dan kesunyian yang seharusnya kita jalani sebagai orang berdosa? Apakah hal ini patut kita pikirkan ? Jika asal pokoknya kita ditebus, apakah yang terjadi pada hari Sabtu itu tidak penting ?
No comments:
Post a Comment