Monday, February 11, 2008

Roh Kudus - Kasih

Meneruskan topik yang diinginkan di survey kita, entry ini mengenai Allah Roh Kudus. Kebanyakan orang kalau mendengar kata "Roh Kudus" langsung tergambar di pikiran kita, suatu roh putih yang mengambang di udara seperti tertiup angin. Tapi ini bukanlah gambaran Allah Roh Kudus yang ada di pikiran bapak gereja kita, Agustinus.

Agustinus percaya bahwa Allah itu satu, bukan tiga adanya karena ketiga pribadi Allah hanya dapat dimengerti melalui hubungan antara ketiga pribadi tersebut. Dalam kata lain, Allah Bapa ada sebagai Bapa dari Allah Anak. Kristus adalah Anak dari Allah Bapa. Jadi dimanakah tempat Allah Roh Kudus ? Apakah hubungan Allah Roh Kudus terhadap Allah Bapa dan Allah Anak ? Menurut Agustinus, Allah Roh Kudus adalah ikatan Kasih antara Anak dan Bapa. (berdasarkan I Yoh 4:7, 19). Kasih antara Allah Bapa dan Allah Anak menyebabkan adanya Allah Roh Kudus. Tetapi karena Allah adalah Kasih dalam kekekalan, maka Allah Roh Kudus bukannya menjadi ada setelah adanya Allah Bapa dan Allah Anak. Kasih membutuhkan dua pribadi, dan kasih itu sendiri adalah pribadi yang ketiga. Tetapi karena ketiga pribadi itu hanya ada dalam hubungan mereka satu dengan yang lain dalam kasih, maka ketiganya tetap tunggal.

Ini adalah doktrin yang sulit dimengerti, karena semua akan bertanya mengapa hubungan kasih itu adalah Roh Kudus ? Bukankah Roh Kudus itu adalah oknum pribadi juga ? Roh Kudus bukanlah suatu natur sifat Allah. Untuk mengerti ini, ada suatu gambaran yang selalu dipakai untuk menjelaskan ini. Seorang anak sebenarnya adalah hubungan kasih antara ayahnya dan ibunya. Seorang ayah tidak bisa menjadi ayah tanpa adanya seorang ibu. Seorang ibu tidak bisa mempunyai anak tanpa adanya ayah.

Namun apa gunanya kita mengerti uraian Agustinus ini ? Dengan mengertinya relasi antar ketiga pribadi Allah ada beberapa hal praktis yang dapat kita pelajari. Pertama, kita harus membangun hubungan antar sesama dalam kasih sebagai Bapa mengasihi Anak-Nya, karena melalui pengorbanan Bapa melepaskan AnakNya, Roh Kudus telah diberikan kepada kita, Gereja Nya, agar kita juga dapat memasuki dan mengalami kasih Allah yang sejati. Kedua, kita semakin bisa menghargai bahwa hubungan dalam pernikahan adalah sesuatu yang sakral, yang menghasilkan anak, menggambarkan hubungan kasih antara ketiga pribadi Allah. Ketiga, dimana ada pelanggaran dosa, kasih akan membawa duka, sebagaimana kita telah melukai Allah yang telah mengasihi kita dalam pengorbanan AnakNya, dan pengiriman Roh Kudus untuk membimbing kita.

Semoga mulai Valentine's Day ini, kita ingat akan Allah Roh Kudus yang mendampingi dan membimbing kita selalu dalam kasih, bukan akan roh putih yang melayang-layang, atau bahasa lidah. Kita sudah diundang oleh Allah untuk menjadi mempelaiNya, untuk menerima kasih Allah yang telah ada antara ketiga pribadi Allah sebelum dunia diciptakan. Alangkah baiknya jika kita menerimanya, mengingatnya dalam hubungan kita antar sesama, dan yang terutama mengasihiNya kembali.

No comments: